istri suamiku

2007 Mei 25
by astarisekarayu

sesaat aku diam
mematung dalam hening
samar-samar terdengar suara
pelan, rendah, lirih
ia pelan sekali bersuara
aku:  istri suamimu

aku diam
pikir dan rasaku tertusuk-tusuk
apa?
dia berkata lirih sekali
aku: istri suamimu

aku diam kembali
gejolak di dada ini
gemuruh tapi hening
sunyi senyap dan gelap
di dasar hati
: berarti kau istri suamiku?
tanyaku lirih juga

anggukannya membuatku mendidih
hati ini perih, pedih

setahun berlalu…
justru kini aku dapatkan kesejukan
kau membuatku tak kesepian
dua tanganku memang lemah
dua kakiku tak berdaya

hadirmu di sini
menjadikan aku temukan cinta
temukan diriku
hadirkan kembali asa
tentang cinta yang berbunga

aku ijinkan engkau menjadi istri suamiku
senyumlah
jangan menangis lagi
air mata sedihku sudah kering
aku ternyata bahagia berbagi cinta
lihat anak-anak kita yang baru lahir
tak ingin ibunya muram dan kusut
mereka buah hati kita
mereka anak kita
anak suami kita

Rabbi..
ijinkan aku tetap mencintai suamiku
juga istri suamiku
jangan Engkau kurangkan bilangan cintaku padanya dan padaku
aku makin cinta pada-Mu ya Rabbi..
aku sangat cinta padaMu…

asa
20092006

7 Tanggapan leave one →
  1. 2007 Mei 26
    Mira permalink

    salam kenal ya. ini beneran ya? :-)
    Ato cuma imajinasimu aja?

  2. 2009 April 1
    vha permalink

    Salut aku klo kamu iklas terima semuanya.tapi apa bisa di benarkan jika seseorang menjadi yang k 2 dalam rumah tangga.

  3. 2009 Mei 29
    nia permalink

    subhanalloh…

  4. 2009 Mei 31
    Ukhtiy_Qhae permalink

    Subhanallah,
    ijinkanlah aku tuk mengikuti jejakmu Ummu…
    Ajarilah aku bagaimana cara tuk ikhlas seperti itu..???

  5. 2009 Juni 7
    akhuhanif permalink

    salam. apakah ini nyata ? Luar Biasa.. salut

  6. 2009 Juli 30

    alhamdulillah kalau benar… semoga diridhoi

  7. 2009 Agustus 28
    dwi permalink

    merinding aku bacanya…subhanallah

Tinggalkan Balasan

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS