Surat Untuk Presiden


Ibu Mega, kutahu dirimu murka
jika membaca suratku yang penuh luka
Ibu Mega, kutahu dirimu marah
jika membaca suratku yang penuh amarah

aku kecewa aku kesal
dan aku muak dengan sikapmu selama ini
entah kenapa dirimu yang terpilih
entah siapa yang memilih dirimu
dan entah siapa yang bodoh

Ibu Mega, pernahkah engkau merasakan luka?
pernahkah engkau merasakan derita?
pernahkah engkau merasa haus
hingga kerongkongan terasa tercekik?
perih, Bu, perih!

Ibu Mega, diammu membawa petaka
sorot matamu tajam tak peduli
senyummu menikam tepat di nyawaku
sebuah kepalsuan belaka
dirimu tak lebih dari seekor srigala!

Ibu Mega, mengapa kau undang anjing-anjing itu
justru ketika mereka lapar ingin menyantap kami
justru ketika mereka haus dengan darah kami
teganya kau jual harga diri negeri ini
demi tahta dan harta
demi sebuah kepentingan

Ibu, tega benar dirimu
aku benci kamu

23-10-02

Satu Respon untuk Surat Untuk Presiden

  1. sama aku juga benci tapi sama sikapnya dan tindakannya
    kalu orangnya saya belum ketemu sih jadi kayaknya kalo dia bisa berubah ya gak benci lagi
    karena dia menjual bumn
    dan pertama kali mengajukan sistem kontrak pada buruh

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s