Surat Untuk Presiden

2007 Juli 5
by astarisekarayu

Ibu Mega, kutahu dirimu murka
jika membaca suratku yang penuh luka
Ibu Mega, kutahu dirimu marah
jika membaca suratku yang penuh amarah

aku kecewa aku kesal
dan aku muak dengan sikapmu selama ini
entah kenapa dirimu yang terpilih
entah siapa yang memilih dirimu
dan entah siapa yang bodoh

Ibu Mega, pernahkah engkau merasakan luka?
pernahkah engkau merasakan derita?
pernahkah engkau merasa haus
hingga kerongkongan terasa tercekik?
perih, Bu, perih!

Ibu Mega, diammu membawa petaka
sorot matamu tajam tak peduli
senyummu menikam tepat di nyawaku
sebuah kepalsuan belaka
dirimu tak lebih dari seekor srigala!

Ibu Mega, mengapa kau undang anjing-anjing itu
justru ketika mereka lapar ingin menyantap kami
justru ketika mereka haus dengan darah kami
teganya kau jual harga diri negeri ini
demi tahta dan harta
demi sebuah kepentingan

Ibu, tega benar dirimu
aku benci kamu

23-10-02

Satu Tanggapan leave one →
  1. 2008 Oktober 22

    sama aku juga benci tapi sama sikapnya dan tindakannya
    kalu orangnya saya belum ketemu sih jadi kayaknya kalo dia bisa berubah ya gak benci lagi
    karena dia menjual bumn
    dan pertama kali mengajukan sistem kontrak pada buruh

Tinggalkan Balasan

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS