akhir tahun mengucap selamat tinggal
awal tahun datang menjelang
kita masih di sini,
dalam sepi
dalam duka
dalam kecewa
dalam derita
apa yang bisa kita lakukan?
akhir tahun mengucap selamat tinggal
awal tahun datang menjelang
kita masih di sini,
dalam sepi
dalam duka
dalam kecewa
dalam derita
apa yang bisa kita lakukan?
Ditulis pada sedih
sedih, haru, kecewa, kesal
bercampur jadi satu
air mataku nyaris habis
menangis semalaman untukmu Palestina
haruku seperti jadi debu
beterbangan saat menyaksikanmu Palestina
kecewaku menggunung
saat tak ada peduli untukmu
justru dari saudara-saudaramu
kesalku memuncak
saat para pejuangmu dituduh teroris
Palestina, masih adakah saudaramu yang peduli?
di saat mata dunia tertuju ke Bali
Palestina, baramu tetap panas
haruskah kamu hancur…
justru di depan mata kepala saudaramu
yang hanya mampu diam membatu
aku menangis semalaman
sajadahku basah dengan air mata
berjuanglah wahai saudaraku
di tengah panggung kemunafikan dunia
bertempurlah pejuangku
berkorban demi Islam
raih kemuliaan itu
atau.. syahid menjemputmu
dari saudaramu,
yang hanya bisa menangis untukmu…
14-10-02
Ditulis pada sedih
malam begitu pekat
tanpa cahaya, tanpa suara
senyap…
Duarrrr!!
tiba-tiba sekali
suara itu keras menghantam benda padat
angkasa Baghdad berwarna kemerahan
api menyala hebat seperti hendak menjilati langit
diiringi tangisan yang terdengar sangat kuat dari seorang wanita di sisi mayat suaminya
memangku jenazah anak lelakinya
Irama kehidupan Baghdad kian keras
ditingkahi nyanyian mengerikan sepanjang malam
untuk mengantar mereka yang tak akan pernah kembali
Baghdad, nyanyianmu terdengar sumbang
dengan segala kepedihan yang terukir dalam
bahkan terpatri di tanahmu
wangi darah bercampur mesiu
memberikan duka nestapa bagi dunia
Inilah irama kematian sebuah peradaban
03-04-03
Ditulis pada sedih
aku tak mengerti
terbuat dari apakah hatinya
hingga tak mau menerima kebenaranMu
aku tak paham
terbuat dari apakah komposisi otaknya
hingga akalnya tak bisa mengenaliMu
Tuhan, di sini kami berdiri mencoba mengenali dirimu
dan kami dapatkan itu…
kami bersimpuh di hadapanMu
dan kami berjuang untuk membela Islam
Tapi Tuhan, di sana mereka berdiri
dengan kesombongan atau ketololannya?
hingga mereka merendahkanMu
mereka meragukan syariatMu
Tuhan, sekarang manusia sudah pandai
mereka bermaksud menggusurMu dari kekuasaan
manusia sekarang sudah teramat angkuh
hingga tega mencampakkan peranMu atas mereka
manusia sekarang sudah gagah berani
untuk memasung kedaulatanMu sebagai penguasa alam semesta
Tuhan, apa yang bisa kami berikan untuk membelaMu?
sementara mereka begitu beringas mencabik-cabik asmaMu
atas nama modernisasi mereka merasa berhak untuk sombong
Engkau pasti sudah melihat…
banyak manusia yang tidak percaya denganMu
mereka lebih silau dengan demokrasi, kapitalisme, sosialisme, komunisme
dan entah banyak lagi hukum jahiliyah itu
kami mendengar sendiri sesumbar mereka..
perih dan menyakitkan…
04-05-03
Ditulis pada sedih