islam itu indah
“hakikat ajaran islam semuanya mengandung rahmah dan hikmah. kalau ada yang keluar dari makna rahmah menjadi kekerasan, atau keluar dari makna hikmah menjadi kesia-siaan, berarti itu bukan termasuk ajaran islam. kalaupun dimasukkan oleh sebagian orang, maka itu adalah kesalahkaprahan.” [imam ibn qayyim]janjimu telah mati, Rangga
cintamu terkapar sudah
romantismu lenyap
senyummu hambar
aku, bukan Cintamu yang dulu
Cinta-mu telah mati
ia hidup bersama rindu
yang tak bisa diraih
Rangga, saksikan derai cemara
cuma simponi tak bermakna
ia sampaikan pada udara
bahwa Cinta telah tiada
haruskah kubersabar menunggumu?
: dengan seribu sayatan sembilu
18-12-03
mesiu yang telah kau racik
benamkan dalam jiwaku
kan kuolah dalam didihnya darah
panaskan urat-utar keberanianku
tanyakan pada para pengecut
siapa yang berhak mati
kabarkan pada para pecundang
siapa yang pantas hidup
kita berani teriak
: hidup sesungguhnya adalah kematian
kita bisa tertawa
: mati hanya sekali
kita bisa tersenyum
: menikmati kematian dalam sebuah revolusi
04-12-2003
Ibu…
betapa seluruh dunia merindukanmu
betapa seluruh manusia mengasihimu
betapa segala sayang cuma untukmu
aku juga rindu dan sayang kepadamu
Ibu…
untukmu aku sanggup langkahi matahari
aku sanggup sebrangi lautan api
aku rela terbakar demi kasihmu
aku sudi berlumur darah demi cintaku padamu
Ibu…
aku pilu mendengar rintihmu
jangan lagi menangis untukku
karena aku akan menangis untukmu
Ibu…
aku yakin engkau tetap setia
menunggu anakmu
sembari menaburiku doa-doa
Ibu…
mungkin aku cuma mencintaimu
seumur hidupmu
tapi aku yakin
bahwa engkau mencintaiku
seumur hidupmu
Ibu…
ijinkan aku berikan nafas cinta
agar aku bisa belajar kepadamu
bagaimana menumbuhkan cinta
Ibu…
salam sayang
dariku, anakmu
yang mencoba belajar tentang cinta darimu
06-11-03
aku lelah mengembara
mencari makna cinta
asa ditukar duka
rindu berganti kecewa
Ya Allah…
cintaku suci murni
cintaku pada-Mu tak bertepi
tapi…
cintaku putih bersih
rinduku sebiru asma-Mu
kepada makluk-Mu
tapi..
semua gelap dan sunyi
aku menabur cinta
ternyata menuai luka
di manakah dermaga hati?
seluruh lautan kusebrangi
gunung pun rela kudaki
tapi pahit selalu kujumpai
Ya Allah…
di mana kulabuhkan cinta?
pada hati siapa yang Kau suka?
pada dia yang menebar kasih-Mu?
aku…
: hanya menjadi petualang cinta
dukaku semakin menganga
tatkala cintaku tak pernah bermakna
pada hamba-Mu
Ya Allah…
aku rela dan tunduk pada-Mu
aku ikhlaskan sekujur tubuh ini membiru
demi cintaku pada-Mu
permintaanku satu
: di mana kulubuhkan cinta?
berikan cahaya-Mu
pada dia yang kudamba
agar aku bisa menitipkan cinta
yang penuh makna
tapi tak pernah menduakan cintaku pada-MU
: di mana kulabuhkan cinta?
21-09-2003
kuingat dirimu berucap
: aku senantiasa mencintamu
kulihat gerak bibirmu gagap
: tapi aku tak bisa merindumu
kontradiksi!
aku tak paham maksudmu
rindu tebalku sia-sia
aku jatuh hati
di kala dirimu tak peduli
cintaku seputih salju
tapi sombongmu menodainya
kuingat dirimu meyakinkanku
: dik kita tak perlu takut
tapi musim belum juga berganti
: dik kita tak bisa bersama ah…
cintamu separuh musim
meninggalkan dingin yang menggigil di hati
21-09-2003
kami mendekam dalam tahanan
dingin dan lembab
di balik jeruji besi
orang-orang bicara tentang kami
kami teroris?
rasanya semua orang tahu
pencari kebenaran selalu dicibir
teroriskah kami?
hanya mereka yang membenci kebenaran
tega melukai kami
kami terluka dengan seribu tusukan
sayang kami belum setara dengan Bilal
darah kami mengucur deras
sayang kami belum sebanding Amr bin Yasir
tapi setidaknya..
kami meniru jejak Bilal dan Amr bin Yasir
ibu, ayah, istriku, dan anak-anakku
kami bukanlah aib
kami bukanlah pembuat onar
kami pun bukan peneror
kami adalah pejuang kebenaran
sayangnya..
logika mereka berbanding terbalik dengan kami
Ya Allah, kami rela darah ini mengalir deras
hanya untuk-Mu semata
kami ikhlas demi untuk-Mu
saudara-saudaraku
hanya doa dan dukungan semangat
yang kami minta
19-09-2003
tanah basah
embun bergelayut hawa dingin menyergap
membekukan kabut malam
sisa hujan tadi malam
menggelayut di ujung daun
airnya bening
sejuk menyelusup
ke ujung sumsum
pagi ini masih gerimis
menyelimuti tangis
yang tak pernah terkikis
terus meringis
kokok ayam terdengar hambar
mengusir segar
yang tak sabar
menyambar
duka di pagi buta
sembulkan luka lama
yang telah menjadi legenda
saat asa tak pernah bersua
gerimis pagi buta
selimuti luka
basahi mata
semoga dengan cinta
11-07-03
malam begitu pekat
tanpa cahaya, tanpa suara
senyap…
Duarrrr!!
tiba-tiba sekali
suara itu keras menghantam benda padat
angkasa Baghdad berwarna kemerahan
api menyala hebat seperti hendak menjilati langit
diiringi tangisan yang terdengar sangat kuat dari seorang wanita di sisi mayat suaminya
memangku jenazah anak lelakinya
Irama kehidupan Baghdad kian keras
ditingkahi nyanyian mengerikan sepanjang malam
untuk mengantar mereka yang tak akan pernah kembali
Baghdad, nyanyianmu terdengar sumbang
dengan segala kepedihan yang terukir dalam
bahkan terpatri di tanahmu
wangi darah bercampur mesiu
memberikan duka nestapa bagi dunia
Inilah irama kematian sebuah peradaban
03-04-03
aku tak mengerti
terbuat dari apakah hatinya
hingga tak mau menerima kebenaranMu
aku tak paham
terbuat dari apakah komposisi otaknya
hingga akalnya tak bisa mengenaliMu
Tuhan, di sini kami berdiri mencoba mengenali dirimu
dan kami dapatkan itu…
kami bersimpuh di hadapanMu
dan kami berjuang untuk membela Islam
Tapi Tuhan, di sana mereka berdiri
dengan kesombongan atau ketololannya?
hingga mereka merendahkanMu
mereka meragukan syariatMu
Tuhan, sekarang manusia sudah pandai
mereka bermaksud menggusurMu dari kekuasaan
manusia sekarang sudah teramat angkuh
hingga tega mencampakkan peranMu atas mereka
manusia sekarang sudah gagah berani
untuk memasung kedaulatanMu sebagai penguasa alam semesta
Tuhan, apa yang bisa kami berikan untuk membelaMu?
sementara mereka begitu beringas mencabik-cabik asmaMu
atas nama modernisasi mereka merasa berhak untuk sombong
Engkau pasti sudah melihat…
banyak manusia yang tidak percaya denganMu
mereka lebih silau dengan demokrasi, kapitalisme, sosialisme, komunisme
dan entah banyak lagi hukum jahiliyah itu
kami mendengar sendiri sesumbar mereka..
perih dan menyakitkan…
04-05-03
kedekap malam dengan rinduku yang dalam
kuhadang anginnya
dengan selimut cinta
yang sebenarnya tak pernah padam
sepi mencekam
kukecup rembulan
tatkala sinarnya jatuh
tapi mendadak ada yang hampa
rongga di jiwaku menganga
luka
amat dalam
menyiksa
sepi
26-06-03
