negeri tak beradab


tuan presiden yang terhormat, semoga anda tetap terhormat, selama anda menginginkan kehormatan itu. tapi anda tak akan mendapatkan kehormatan itu ketika anda sendiri yang menginjak-injak kehormatan itu.

percayalah tuan presiden, aku makin tak mempercayai tuan, disebabkan tuan tidak pernah mempercayai keinginan kami sebagai rakyat tuan. kami hanya ingin hidup tenang, tanpa gonjang-ganjing gemuruh tak pasti. tanpa sinyal-sinyal yang mengganggu frekuensi kebeningan hatiku dalam beribadah. tanpa gangguan berita-berita negeri tak beradab dengan segudang besar masalah korupsi, kerusakan moral, kebejatan akhlak warga negara yang kian meyakinkanku bahwa negeri yang tuan pimpin tidaklah beradab, meski banyak orang-orang beradab, yang mengaku beradab, pura-pura beradab, dan ingin dianggap beradab.

tuan presiden, cukup sudah pencitraan diri. bangunlah dari mimpi tuan. ini negeri tak pernah berakhir dari bencana. tuan pasti merasakannya bukan? tetapi mengapa tuan tak ambil peduli? mengapa tuan seperti pekak-tuli dan mati hati? mengapa tuan dan para pembantu tuan makin tak bernurani? tuan, haruskah ini menunggu sampai kami mati baru tuan sadar diri?

tuan presiden amboi genitnya mencari sensasi di mata publik. tuan bisa tekan itu pssi untuk tidak menaikkan harga tiket, tapi tuan tak berdaya saat cabe sekilo harganya melampaui harga 2 ayam potong yang berat keduanya 2 kg. semoga tuan tidak sedang bermimpi, apalagi berhalusinasi.

ingat tuan, jabatan tuan adalah amanah, tuan tidak bisa semena-mena menggenjot syahwat kekuasaan tuan di atas penderitaan rakyat tuan.

bagaimana tuan presiden, apakah tuan tidak takut mati, andai mati hari ini, sementara tuan tak membuktikan janji tuan mengayomi rakyat tuan sendiri?

tuan, negeri ini makin tak beradab, justru ketika tuan menjadi pemimpinnya.

dari si perindu kedamaian, di mana saat hening tak pernah ada gemuruh

-asa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s