ada darah di Kuta

amarah memuncrat di Kuta Bali
ada darah, ada nyawa hilang
Legian gempar
bule-bule terkapar
meregang nyawa saat maksiat
darah terus mengalir
deras sampai ke pantai Kuta

karena darah, lalu menuai amarah
Bush meradang
John Howard naik darah
mereka sepakat mengobarkan perang
hancurkan teroris biadab!

siapa yang telah menumpahkan darah?
tetap misteri
siapa teroris?
tak ada yang tahu

nun jauh di sana
entah di negeri mana
ada yang pesta
ada yang suka cita
sukses menumpahkan darah
menuai kepentingan
siapa mereka?
tetap misteri

14-10-02

Iklan

satu Kata

aku tak pernah tahu
siapa dirimu
bayangmu pun tak pernah nyata

tapi suaramu selalu kutahu
menggores luka yang tak pernah sembuh
mencabik asa yang tak pernah tumbuh

hanya satu kata
hilang!

11-10-02

tak lelah menunggumu

apa yang bisa aku perjuangkan
saat semua asa yang kupunya terbang
saat semua luka kembali menganga
saat semuanya berirama duka baik
: aku tetap tak lelah menunggumu
saat rinduku semakin membiru
aku terus menunggumu
sambil berjuang sebisaku

penyakit umat ini parah kekasihku
mereka butuh sentuhanmu
mereka meninggalkanmu
bahkan aku pun sempat berpaling darimu

kini aku siap menerima kehadiranmu
aku tak lelah menunggumu
sambil berjuang sebisaku

: kebangkitan islam pasti datang!

24-02-04

siluet senja

temaram ciptakan buram
jelagakan asa yang kelam
yang sejak lama bersemayam
dalam gelap berawan

bayangmu kian sulit kuraih
yang membuatku kian pedih
meski berusaha kuraih
tapi segalanya berakhir perih

cintaku
siluetmu di senja itu
kian menikamku
menghujani tusukan jitu
tepat di jantungku

cintaku
: jangan hanya hadirkan bayang
titipkan saja asa untukku

23-01-04

nikmati kesendirianmu

sekarang baru kau rasa
saat asa tak pernah sua
hujamkan sejuta kata
yang tak bisa kau terima

kemarin bukan milikmu
hari ini juga bukan milikmu
esok pun bukan milikmu
milikmu adalah dirimu

temaram senja tutup luka
andai saja kau suka
bawalah ia ke alam sana
di mana gelap menjadi sahabat

: nikmati saja kesendirianmu!

14-01-04

elegi untuk Rangga

janjimu telah mati, Rangga
cintamu terkapar sudah
romantismu lenyap
senyummu hambar

aku, bukan Cintamu yang dulu
Cinta-mu telah mati
ia hidup bersama rindu
yang tak bisa diraih

Rangga, saksikan derai cemara
cuma simponi tak bermakna
ia sampaikan pada udara
bahwa Cinta telah tiada

haruskah kubersabar menunggumu?
: dengan seribu sayatan sembilu

18-12-03

martir revolusi

mesiu yang telah kau racik
benamkan dalam jiwaku
kan kuolah dalam didihnya darah
panaskan urat-utar keberanianku

tanyakan pada para pengecut
siapa yang berhak mati
kabarkan pada para pecundang
siapa yang pantas hidup

kita berani teriak
: hidup sesungguhnya adalah kematian
kita bisa tertawa
: mati hanya sekali
kita bisa tersenyum
: menikmati kematian dalam sebuah revolusi

04-12-2003